Dulu waktu masih tinggal di Indo, jarang2 banget makan yang namanya tempe. Malah cenderung gak doyan ama yang namanya tempe. Semenjak jauh dari negeri sendiri, malah nyariin tuh tempe, tanya2 sama orang2 indo disini gimana cara bikinnya sampe cari2 di internet segala cara bikin tempe.
Hasil dari tanya sana sini sama orang2 indo yang disini, akhirnya aku coba2 bikin tempe, hasilnya bagus keliatan dari luarnya tapi gak bisa tahan lama, paling cuma setengah hari langsung bau dan berubah warna. Setelah itu gak pernah nyoba2 lagi deh bikin tempe, apalagi ada orang indo yang disini mau bikin dan menjual tempe berdasarkan pesanan. Aku pikir2 sih yah mendingan beli aja deh daripada repot bikin sendiri.
Rasa penasaran masih juga muncul di pikiranku, dalem hati sih kok bisa yah hasil tempenya bisa bagus, gak bau dan tahan lama. Mulainya browsing di internet cara bikin tempe yang gak bau dan tahan lama. Setelah itu mulailah coba2 lagi bikin tempe, sekali bikin aja ternyata hasilnya teramat sangat memuaskan, tidak bau dan tahan lama. Malah kadang bisa sampe seminggu loh masih bagus aja tuh tempe buatanku.
Semenjak bisa bikin tempe sendiri, gak pernah lagi deh pesen tempe, malah kadang kalo lagi bikin banyak, aku kasih ke temen. Resep cara bikin tempe ini beserta tip2nya, aku kasih tau juga ke temenku yang kebeneran tinggal di Qatar. Temenku pun berhasil bikin tempe dengan sekali bikin saja berdasarkan resep dan tips2 yang aku kasih.
Dimana mana kumpulan ibu ibu paling suka deh yang namanya arisan. Entah itu di kantor, di pengajian ataupun di komplek perumahan. Bahkan kebiasaan untuk mengadakan arisan itu terbawa oleh kita2 yang berada jauh dari negeri sendiri. Tujuan kita2 mengadakan arisan sih biasanya buat ajang kumpul aja dan untuk mempererat tali persaudaraan kita sesama pendatang.
Di komplek perumahan kita disini , cukup banyak juga keluarga Indo-nya. Para ibu ibu pun otomatis ingin mengadakan arisan, baik itu di kumpulan pengajian, dilingkungan temen2 yang rumahnya berdekatan atau kumpulan ibu2 yang setiap hari sering bertemu. Biasanya arisan ini diadakan setiap minggu, dua minggu ataupun sebulan sekali dan jumlahnya uangnya juga bervariasi.
Tepatnya tanggal 29 April 2008, arisan yang mengikutsertakan para ibu yang lumayan banyak jumlah anggota maupun uangnya dimulai. Arisan ini diadakan sebulan sekali setiap tanggal 29. Arisan pertama kemaren, aku dan temenku yang dapet loh. Tadinya sih aku gak kepengen dapet arisan pertama kali tapi temen terdeketku bilang, udah deh diambil aja, inikan seperti pinjaman tanpa bunga. Akhirnya aku ambil tuh uang arisan, walaupun sampe hari ini uangnya belom aku pergunakan.
Musim panas disini udah dimulai sejak bulan february lalu. Dimulainya musim panas maka dimulai juga pohon2 kurma berbunga dan berbuah. Kayaknya sudah hampir sebulan deh pohon kurma itu berbunga, agak telat sih ambil photonya pas sekarang ini. Karena saat ini si bunga udah jadi buah kurma yang kecil dan hijau2. Emang dasarnya tuh si buah kurma manis, jadi biarpun masih kecil dan hijau, tetep aja manis walaupun ada kecutnya juga.
Saat liburan musim panas dimulai kira2 akhir june, waktunya kita2 mudik ke Indo. Saat itu buah kurma sudah besar dan bisa dipetik walaupun belom mateng sekali. Tapi kurma bisa diambil dan disimpan sampe saatnya tuh kurma berubah warna jadi coklat, saat itulah kurma itu bisa dmakan seperti kurma yang dijual.
Biasanya sih aku selalu ambil dan bawa kurma yang sudah besar dan setengah matang itu ke Indo. Karena menurutku orang2 Indo belom pernah kan liat dan makan buah kurma yang seperti itu (mungkin yang sudah pernah ke mekkah pernah liat dan makan buah kurma yang setengah mateng). Lumayan loh buat oleh2 dan gratis lagi.
Pertama kali dateng ke Ruwais tahun 2001, sebelumnya memang suamiku ngasih tau kalo kita akan tinggal di kota kecil banget, semuanya serba terbatas atau boleh dibilang belom ada apa2nya, fasilitas yang ada cuma yang penting2 aja. Suamiku sih tetep pengen aku tinggal di Indo aja, gak usah ikut2 dia kesini soalnya aku bakalan gak betahnya. Tapi yah namanya hidup berumah tangga mana enak sih jauh2an gitu. Aku tinggalin semuanya di Indo, yah kerjaan, keluarga dan kehidupanku.
Ternyata yang di omongin suami semuanya bener, rumah juga kita belom dapet karena rumah yang mau kita tempatin dalam tahap pembangunan. Ada sih sebagian keluarga yang udah dapet rumah tapi sebagian lagi harus tinggal sementara di rumah yang disediakan untuk para single.
Gak ada deh yang namanya mall, tempat buat nongkrong, apalagi yang namanya salon. Yang ada cuma salon buat laki laki saja. Kalo kita mo shopping, nongkrong atau ke salon, kita harus pergi dulu ke Abu Dhabi, yaitu ibukota negara ini. Jarak yang harus ditempuh untuk bisa sampai kesana 2 atau 3 jam perjalanan. Jadi kalo pergi pulang, kita butuh waktu 5 atau 6 jam pejalanan. Cukup melelahkan juga kan cuma untuk sekedar menyenangkan diri kita.
Setelah menunggu sekian tahun, akhirnya sekitar 3 bulan yang lalu, di salah satu pusat pertokoan berdirilah sebuah ladies saloon yang diberi nama "De Glamour" oleh pemiliknya. Mungkin semua para wanita di Ruwais termasuk aku ini merasa senang dengan adanya salon baru tersebut, terbukti loh setiap kita mo dateng kesana, kita harus bikin appointment dulu. Sudah dua bulan ini aku selalu dateng ke salon tersebut, seminggu sekali aku selalu kesana, yah sekedar memanjakan diri.
Penantian yang cukup lama juga untuk menunggu adanya salon disini. Apa aku harus menunggu beberapa tahun lagi untuk sebuah mall. Malangnya diriku ini yang hidup cuma dikota kecil.
Global Event 2008 ini biasa kita sebut International Day, diadakan oleh perusahaan dimana suamiku kerja. Acara ini diadakan pada tanggal 26 March 2008 di Hotel Danat, Ruwais. Seperti acara International Day yang lainnya, sebelum memasuki puncak acara yaitu penampilan tarian2 dari negara masing2, acara awal adalah pameran dibeberapa stand dari setiap negara yang berupa souvenir2 dan makanan khas negara masing2.
Acara ini diadakan setiap dua tahun sekali, ini adalah international day yang ke empat kali selama perusahaan ini ada. Yang pertama dan kedua diadakan di Recreation Center Ruwais, dan untuk yang ketiga dan keempat ini diadakan di halaman belakang Hotel Danat. Hotel Danat ini adalah tempat yang sangat pas untuk acara sebesar ini.
Acara International Day kali ini, aku dan mamah pelangi kebagian jaga stand Indonesia. International Day dua tahun yang lalu aku dan ibu2 lainnya sebanyak 11 orang ikut tampil dalam acara puncak, yaitu menampilkan tarian saman. Tapi untuk kali ini ibu2 diliburkan tampil dalam acara puncak.
I got many tags from my little brother Resky. Look at the tags, I like its so much. If all of u wanna these tags, u can take and put in ur blog. Thanks my litlle brother..I will always remember that u gave me these tags.
...Ghweifat - borderpoint antara Emirates dan Saudi...
Saturday, March 15, 2008
Perbatasan antara Emirates dan Saudi ada di Ghweifat. Semua yang ingin masuk ke Saudi harus melalui Ghweifat. Di Ghweifat ini ada Duty free, yang emang besarnya Duty free ini hampir sama dengan mini market. Aku baru tau kalo di Ghweifat itu ada Duty free setelah kesana untuk yang kedua kalinya. Aku gak bisa ambil gambar disana karena dilarang, walaupun boleh photo2 paling cuma di dalem cafe nya aja.Aku kesana juga bukan untuk masuk ke Saudi tapi cuma sekedar jalan2 aja.
Dulu sebelum aku keluar negeri gak tau sama sekali gimana yang namanya perbatasan yang membatasi antara satu negara dengan negara lainnya. Paling cuma liat di film2 aja, kalo kita hendak pergi ke negara laen melalui jalan darat maka akan lewat perbatasan dimana disitu surat2 diperiksa apakah layak untuk masuk ke negara yang di tuju atau tidak dan biasanya pake ngantri segala....
January 2003, kurang lebih 50 keluarga - termasuk keluargaku - dari Ruwais (tempat tinggal aku sekarang) pergi ke tanah suci melalu jalan darat. Jarak antara Ruwais - Ghweifat kira2 125 km, ditempuh dengan 1 jam perjalanan. Kita berangkat dari Ruwais ke Ghweifat habis sholat isya, setalah 1 jam perjalanan akhirnya kita sampai juga ke Ghweifat. Terlihat antrian panjang mobil pribadi dan bus yang akan pergi ke tanah suci. Belom lagi truck2 yang memang harus masuk ke Saudi. Ingatanku langsung kembali pada saat aku liat film seperti yang aku sebutin diatas, dalam pikiran " ohh ternyata aku mengalami apa yang seperti di film itu..". Saat tiba giliran kita diperiksa, gak cuma diperiksa surat2nya aja tapi barang2 kita yang ada di bus pun ikut diperiksa. Esoknya baru kita bisa keluar dari Emirates dan masuk ke Saudi.
Ini pengalaman pertama kali masuk ke negara lain melalui jalan darat dan sangat berharga sekali. Ternyata lebih susah masuk ke negara lain lewat jalan darat. Padahal perbatasan ini gak dipisahkan dengan lautan seperti pulau jawa dan pulau kalimantan. Tapi perbatasan ini layaknya seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah.